9 Cara Membangun Kepercayaan Audiens Sebagai  Pilar Membangun Presentasi Yang Berpengaruh Kuat

9 Cara Membangun Kepercayaan Audiens Sebagai Pilar Membangun Presentasi Yang Berpengaruh Kuat

Ketahuilah apapun tujuan presentasi, jika Anda ingin tujuan presentasi Anda tercapai dengan mudah, buatlah audiens percaya dengan Anda.

Karena tanpa kepercayaan, akan sangat sulit bagi Anda meyakinkan mereka. Jangankan meyakinkan, untuk bisa membuat mereka mendengarkan presentasi Anda saja benar-benar akan menjadi tugas yang sangat berat.

Karena itulah, supaya tujuan presentasi Anda tercapai dengan mudah, Anda juga harus melakukan upaya untuk membuat audiens percaya dengan Anda.

Dan untuk itu Anda harus membangun kredibilitas (ethos) diri Anda, yang mana seperti yang pernah saya jelaskan dalam artikel saya lainnya ethos merupakan salah satu dari 3 pilar komunikasi yang berpengaruh kuat.

Terkait dengan hal tersebut, inilah 9 cara membangun kepercayaan audiens sebagai salah satu pilar untuk membuat presentasi yang berpengaruh kuat.

1. Jadilah ahli

Apapun profesi Anda, menjadi kompeten dan ahli dalam bidang yang Anda kerjakan dan yang sering Anda sampaikan dalam forum presentasi atau diskusi mutlak Anda lakukan.

Ini fondasi pertama yang paling penting untuk membangun kepercayaan orang lain terhadap diri Anda. Karena tanpa keahlian mustahil orang percaya dengan Anda.

Jadi kalau Anda belum merasa ahli pada bidang yang sering Anda presentasikan, maka mulai detik ini kembangkan lagi keahlian Anda. Anda harus belajar, Anda harus praktek secara berulang-ulang sampai Anda benar-benar menguasai betul bidang yang sering Anda presentasikan.

2. Bangun merek pribadi (personal branding)

Mungkin Anda sudah ahli, Anda sudah sangat berpengalaman, tapi jika Anda tidak dapat menunjukkan keahlian Anda tersebut kepada orang lain dengan bukti nyata orang juga akan sulit percaya.

Di sinilah membangun personal branding akan menjadi sangat penting untuk Anda.

Tidak peduli apapun profesi Anda, dengan memiliki personal branding Anda akan lebih di hormati orang lain dan akan lebih mudah dipercaya oleh orang lain.

Saya kasih ilustrasi sederhana.

Misalnya ada dua orang pembicara berada dalam satu forum yang sama dan menyampaikan materi yang sama.

Pembicara A, memiliki keahlian di bidang yang akan ia sampaikan, namun ia tidak tidak populer, tidak punya bukti otentik yang membuktikan bahwa ia memiliki keahlian di bidang tersebut.

Pembicara B memiliki keahlian dibidang yang akan ia sampaikan. Tapi ia lebih populer, sudah menerbitkan buku dibidang terkait, memiliki blog dengan ribuan pengunjung di bidang terkait dan pernah bergabung dengan perusahaan atau lembaga ternama yang bergerak di bidang terkait .

Kira-kira mana yang lebih dipercaya oleh audiens.

Saya yakin siapapun audiensnya, secara logika mereka akan lebih percaya dengan pembicara B dibanding pembicara Anda.

Itu ilustrasi sederhana pentingnya personal branding bagi seorang presenter atau pembicara.

Terkait dengan cara membangun personal branding ini sendiri ada beberapa upaya bisa anda lakukan misalnya:

Join dengan nama atau lembaga ternama, menulis buku atau membangun blog atoritas .

Atau kalau masih sulit melakukan ketiganya, minimal Anda harus punya prestasi yang bisa Anda tunjukkan kepada audiens Anda.

3. Perhatikan penampilan

Untuk penampilan ada dua hal yang harus Anda perhatikan diantaranya adalah wajah dan pakaian atau pelengkap pakaian yang Anda kenakan.

Terkait dengan wajah dalam sebuah penenilitian yang dilakukan oleh para psikolog di Universitas Princeton menjelaskan bahwa:

Orang membuat penilaian tentang daya tarik, disukai, kepercayaan, kompetensi dan agresivitas orang lain setelah melihat wajah mereka untuk 100 milidetik.

Dari penelitian tersebut ditegaskan bahwa wajah adalah akan menentukan penilaian orang lain terhadap Anda.

Kemudian terkiat dengan pakaian Antonio Centeno pendiri dari situs besar Real Man Real Style juga memaparkan bahwa pakaian yang Anda kenakan adalah sinyal kuat untuk membangun kepercayaan. Jika Anda berpakaian dengan tepat orang akan melihat Anda sebagai orang yang dapat dipercaya, profesional. Dan seseorang akan dengan senang hati akan melakukan kesepakatan bisnis dengan Anda.

Sekarang Anda sudah tahu bahwa wajah dan pakaian yang Anda kenakan Anda merupakan sinyal penting untuk membangun kepercayaan audiens terhadap Anda. Karena itu pastikan dalam setiap presentasi, Anda memperhatikan betul penampilan Anda, mulai dari tatanan rambut, kebersihan wajah, ekpresi wajah serta pakaian yang Anda kenakan.

Terkait eskpresi wajah pastikan Anda dapat meunjukkan ekspresi wajah bahagia dan bersahabat dengan audiens Anda.

Kemudian terkait dengan pakaian, kenakan pakaian yang sesuai dengan situasi presentasi Anda. Bahkan sangat dianjurkan juga Anda mengenakan pakaian yang setara atau minimal satu tingkat lebih dari dari audiens Anda.

4. Datang tepat waktu

Ada satu aksioma sederhana yang diyakini oleh banyak orang,  menunggu adalah satu aktivitas yang sangat membosankan.

Dan saya yakin Anda juga tahu hal itu.

Terlepas dari apapun alasan seseorang terlambat, kita sebagai orang yang menunggu kurang suka dengan hal tersebut.

Hal ini pula yang akan dirasakan audiens jika menunggu seorang presenter yang tak kunjung datang, padahal waktu kegiatan sudah harus dilaksanakan.

Selain bisa menghilangkan respek, hal ini juga akan mempengaruhi kepercayaan mereka terhadap presenter.

Karena itu sebagai presenter, Anda harus selalu mengupayakan untuk bisa datang tepat waktu dalam kegiatan presentasi yang Anda lakukan.

Syukur-syukur bisa datang lebih awal. Ini akan jauh lebih baik untuk Anda.

Kalau memang karena keadaan tertentu, seperti kendaraan yang Anda tumpangi mogok,  atau yang lainnya yang bersifat teknis maka secepat mungkin Anda harus segera memberikan informasi tersebut kepada penyelenggara atau kepada pihak terkait supaya mereka bisa mengerti posisi Anda dan memintakan maaf atas nama Anda kepada audiens Anda.

5. Jalin keakraban sesaat sebelum presentasi dilakukan

Sebagai manusia yang menjalin hubungan dengan orang lain kita memiliki satu kecenderungan yang sama dalam mempercayai seseorang.

Kecenderungannya adalah kita akan lebih mudah percaya dengan orang yang kita kenal, orang sudah akrab dengan kita dan mirip dengan kita.

Hal ini bisa kita jadikan dasar untuk membangun kepercayaan audiens terhadap diri kita. Meski tidak secara signifikan akan berpengaruh, namun jika kita dapat membangun keakraban dengan uadiens semenjak kita datang, maka secara otomatis kita telah membuka peluang untuk dapat menjalin koneksi dengan audiens sebelum kita bicara.

Koneksi awal inilah, yang akan menjadi sinyal yang akan membantu audiens lebih mempercayai Anda.

6. Manfaatkan sesi perkenalan dengan sebaik-baiknya

Ini adalah salah satu tahap awal yang paling penting dari sesi presentasi Anda untuk menunjukkan kredibilitas Anda dihadapan audiens Anda.

Terlebih jika audiens yang Anda hadapi belum tahu siapa Anda atau belum mengenal Anda.

Terkait dengan cara perkenalkan ada tiga tips bisa Anda lakukan.

Pertama sebutkan nama dan dari organisasi mana Anda bekerja. Kedua, sebutkan spesialisi Anda. Ketiga, sebutkan beberapa hal nyata yang sudah Anda lakukan  terkait dengan bidang yang Anda kerjakan.

Baca: Tips Memperkenalkan diri saat presentasi

7. Jangan berbicara sambil membaca slide

Sebelum saya jelaskan poin yang ini, saya ingin bertanya kepada Anda.

Apa yang Anda pikirkan, jika melihat presenter yang saat presentasi membaca slide.

Apakah Anda akan percaya bahwa dia ahli atau kompeten?

Kalau presenter itu memiliki gelar atau brand yang kuat mungkin Anda masih bisa memaksa pikiran Anda untuk mempercayainya. Tapi jika sebaliknya  jika presenter tersebut bukan orang yang memiliki gelar atau brand yang kuat, maka otak Anda akan sulit menerima presenter itu sebagai orang kompeten.

Kenapa demikian?

Karena presenter tidak mencerminkan diri sebagai orang yang kompeten. Karena dengan membaca slide presenter menciptakan peluang kepada audiens untuk berasumsi buruk tentang dirinya.  Contohnya seperti asumsi bahwa presenter tidak menguasai materi, tidak ahli, pelupa atau yang lain.

Karena itu jika Anda ingin mendapatkan kepercayaan penuh dari audiens Anda, jangan lakukan presentasi dengan membaca slide. Pastikan slide Anda tempatkan sebagai media visual yang Anda gunakan untuk mendukung setiap pesan yang Anda sampaikan.

Dan untuk mencegah Anda terjebak dengan presentasi membaca slide, pastikan slide yang Anda buat teksnya ringkat dan minim bullet point. Karena hanya dengan begitu Anda akan terhindar dari ketergantungan dengan slide yang Anda gunakan.

Kemudian untuk meningkatkan pahaman dan ketertarikan audiens buatlah slide dengan pendekatan desain yang baik.

Download: panduan lengkap dan praktis pembelajaran desain slide kelas dunia

8. Jadilah Konkruen

Jika Anda pernah menghadiri atau melihat seminar tentang sales magic dari Tung Desem Waringin, maka Anda bisa belajar pentingnya kesesuaian antara pesan dan bahasa tubuh yang Anda sampaikan untuk membangun kepercayaan.

Dalam istilah Tung Desem ini dikatakan sebagai konkruen.

Dan untuk bisa menampilkan sebuah presentasi yang konkruen maka Anda harus mengoptimalkan penggunaan bahasa verbal dengan baik dan menguatkan setiap pesan verbal Anda dengan bahasa tubuh yang senada.

9. Manfaatkan sesi tanya jawab dengan sebaik-baiknya.

Dalam presentasi audiens yang datang, tidak semuanya akan memahami ide Anda, bahkan beberapa dari mereka mungkin sengaja datang karena punya permasalahan dan ingin bisa menanyakan langsung solusinya kepada Anda.

Karena itu memberikan waktu untuk sesi tanya jawab adalah cara baik untuk membantu audiens lebih memahami ide Anda serta untuk  menunjukkan kredibilitas Anda sendiri sebagai pembicara.

Terkait dengan hal ini silakan baca: Tips sukses menghadapi tanya jawab

Tapi perlu Anda pahami juga setiap presentasi itu unik, ada kalanya untuk jenis presentasi tertentu Anda diundang hanya untuk sharing pengalaman tanpa ada sesi tanya jawab yang diberikan. Dalam keadaan seperti ini Anda harus patuh dengan rule yang ditetapkan oleh penyelenggara. Dan saya rasa audiens pun akan memahami hal ini karena memang rule yang ada memang tidak membolehkan audiens untuk bertanya.

Kesimpulan

Demikianlah 9 cara membangun kepercayaan audiens sebagai salah satu pilar untuk membuat presentasi yang berpengaruh kuat.

Saya ulangi sekali lagi sembilan cara tersebut adalah:

  • Menjadi ahli
  • Membangun merek pribadi atau personal branding
  • Memperhatikan penampilan
  • Datang tepat waktu
  • Jalin keakraban sesaat sebelum presentasi dilakukan
  • Manfaatkan sesi perkenalan dengan sebaik-baiknya
  • Jangan berbicara sambil membaca
  • Tunjukkan kesesuaian antara pesan dan bahasa tubuh Anda
  • Manfaatkan sesi tanya jawab sebaik-baiknya

Jadi silakan Anda terapkan 9 cara di atas untuk membangun kepercayaan audiens Anda terhadap diri Anda. Presentasi Anda berikutnya pasti akan lebih mendapatk respek dari audiens Anda, audiens akan lebih percaya dengan Anda dan akan lebih mudah tergerak untuk mengikuti ajakan Anda.

Bagaimana menurut Anda?

Jika menurut Anda ulasan ini bermanfaat untuk Anda dan bermanfaat untuk orang lain di luar sana, bantu kami untuk membagikan ulasan ini ke banyak orang di luar melalui jaringan media sosial Anda.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *