Kebiasaan Buruk Presentasi Mahasiswa dan Cara Mengatasinya

Kebiasaan Buruk Presentasi Mahasiswa dan Cara Mengatasinya

 

Salah satu kendala yang dialami mahasiswa saat belajar di kampus adalah saat melakukan presentasi. Pada umumnya mahasiswa yang mendapatkan giliran untuk melakukan presentasi datang dengan sebuah kebingungan, rasa takut dan tanpa persiapan yang baik. hal-hal seperti bukan sekali dua kali mereka lakukan, tapi sudah menjadi kebiasaan yang terus menerus mereka lakukan bertahun-tahun.

Presentasi di kelas adalah sebuah komunikasi yang sangat penting karena bertujuan menyampaikan sebuah materi kuliah, yang jelas dibutuhkan oleh para mahasiswa. Jika presentasi yang disampaikan buruk maka besar kemungkinan apa yang disampaikan oleh presenter tidak akan bisa diterima dengan baik oleh audiens.

Melihat keadaan yang seperti ini, saya selalu berusaha mengajarkan kepada teman-teman mahasiswa bagaimana cara menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang selama ini mereka lakukan. Saya termasuk pengajar yang tidak suka melihat presentasi buruk dari mahasiswa.

Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan buruk presentasi mahasiswa dan bagaimana cara menghilangkan kebiasaan tersebut.

1.   Membaca Makalah saat Presentasi

Melihat mahasiswa presentasi dengan membaca makalah dari awal sampai akhir presentasi sungguh satu pemandangan saya rasa kurang menyenangkan.

Kenapa saya bilang begitu?

Karena apa yang mereka lakukan itu menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan menyampaikan materi secara baik. Terus buat apa ada presentasi kalau mereka membaca makalah mereka. Apa yang mereka lakukan jelas tidak akan mengundang perhatian para audiens, bahkan akan membuat audiens malas mendengarkannya.

Bagaimana Cara Menghilangkan Kebiasaan ini?

Caranya, kuasai betul materi yang akan dipresentasikan.

Baca makalah yang dibuat setiap hari sampai sesi presentasi akan dilakukan, jangan lupa juga lakukan sesi latihan sebelum tampil di depan kelas.

Untuk hasil yang terbaik lakukan persiapan sebaik mungkin termasuk dalam menyusun media atau alat presentasi. Setelah di depan kelas sampaikan makalah dengan media atau alat bantu yang sudah dibuat sebelumnya.

2.   Membaca slide presentasi

Ini juga lebih buruk lagi, alih-alih membuat slide powerpoint tapi tetap saja mahasiswa membaca slide yang mereka buat. Mereka mengisi slide mereka dengan satu paragrap penuh tulisan yang kemudian mereka bacakan kepada para uadiens. Terus apa gunanya membuat powerpoint kalau kenyataannya mereka tetap membaca.

Bagaimana Mengatasi Kebiasaan Buruk Ini?

Caranya buatlah slide powerpoint dengan baik.

Perhatikan betul etika dan tata cara membuat powerpoint, jangan asal-asalan atau sekedar copy paste kalimat ke dalam slide yang Anda buat.

Slide yang baik pada umumnya simple, memiliki latar belakang dan font yang jelas, kontras warna yang sesuai atau kombinasi warna yang baik.

Satu lagi jangan penuhi slide dengan banyak kata-kata. Slide presentasi yang baik hanya menampilkan poin-poin penting dari pembahasan yang akan disampaikan.

Setelah hal-hal teknis tersebut Anda lakukan, sampaikan presentasi Anda dengan cara menampilkan slide powerpoint, yang berisi inti dari apa yang dibahas.

Selanjutnya kembangkan inti tersebut menjadi sebuah pembahasan yang menyenangkan. Di sinilah kemampuan dan penguasaan materi diuji, kalau dapat melakukannya dengan baik, maka audiens akan memberikan penilian positif dan perhatian pada sesi presentasi yang dilakukan.

3.   Tidak menggunakan bahasa tubuh dengan baik

Dalam public speaking atau presentasi ada hal-hal di luar kata-kata (verbal) yang dapat membuat komunikasi berjalan elegan dan menyenangkan yaitu senyuman, postur terbuka, mencondongkan badan, sentuhan, kontak mata dan anggukan.

Namun sayangnya hal-hal tersebut pada umumnya tidak dipahami, sehingga mereka terlihat kaku dan tidak menyenangkan saat melakukan presentasi. Mereka seakan-akan tidak mengetahui bahwa apa yang mereka sampaikan itu sangat datar dan tidak menggugah orang untuk mendengarkan, jika mendengarkan saja sudah ogah, rasana tidak mungkin mereka akan menyerap materi yang disampaikan dengan baik.

Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan ini?

Caranya lakukankan latihan sebelum melakukan presentasi. Latihan seperti ini bisa dilakukan di depan cermin, sehingga bisa melihat sendiri bagaimana bahasa tubuh mendukung setiap kalimat yang diucapkan.

4.   Tidak bisa menghadapi sesi tanya jawab dengan baik

Kenapa pada umumnya teman-teman mahasiswa tidak bisa menghadapi sesi tanya jawab denga baik? Jawabannya cukup mudah, karena mereka tidak begitu menguasai materi dengan baik dan tidak tahu bagaimana mensiasati sebuah pertanyaan dari audiens.

Satu lagi kebiasaan buruk yang mereka lakukan, yaitu membuka-buka buku untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh audiens.

Menurut saya ini sangat aneh, karena jelas akan menunjukkan bahwa presenter tidak menguasai materi dengan baik. Lagi pula jika pertanyaan bersifat aplikatif, akan sulit juga dicari di dalam buku, hal itu justru akan membuat pekerjaan itu sia-sia belaka.

Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan ini?

Pertama, kuasai materi dengan baik, saya rasa ini langkah terbaik untuk mencegah terjadinya masalah-masalah dalam sesi tanya jawab.

Kedua, tidak usah dijawab kalau pertanyaan menyimpang dari apa yang dibahas, tapi tetap katakan dengan cara yang baik supaya audiens tidak tersinggung.

Ketiga, kalau terpaksa tidak bisa menjawab pertanyaan, katakan pada audiens bahwa jawaban akan diberikan di lain kesempatan.

Keempat hal di atas adalah kebiasaan buruk yang pada umumnya dilakukan oleh oleh sebagian besar mahasiswa. Melalui tulisan ini saya berharap mahasiswa yang masih sering melakukan kebiasaan-kebiasaan tersebut, bisa menghilangkannya menjadi kebiasaan yang lebih baik.

Kesuksesan presenter bukan hanya terletak pada take action yang dilakukan, tapi bagaimana presenter mempersiapkan setiap sesi presentasi yang akan mereka hadapi dengan sebaik-baiknya.

 

Photo Credit: USACE Europe District

Donwnload Gratis! Template Powerpoint Kekinian Siap Edit Untuk Presentasi Anda

Isikan nama dan email aktif Anda pada form di bawah

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *