7 Cara Meningkatkan Keterampilan Komunikasi untuk Meningkatkan Karier, Bisnis Dan Berbagai Aspek Kehidupan Yang Lain

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh National Association of Colleges and Employers (NACE) terhadap 450 pemimpin perusahaan di Amerika menyebutkan bahwa kemampuan komunikasi menempati urutan pertama dari 20 kemampuan penting yang harus dikuasai seseorang untuk sukses dalam karier.

Itu Artinya Keterampilankomunikasi merupakan salah satu kunci untuk sukses dalam karier. Bahkan menurut saya pribadi bukan hanya karier, namun dalam berbagai aspek kehidupan kita butuh kemampuan kemunikasi yang baik.

Karena itulah dalam artikel ini saya akan ajak Anda untuk melihat bagaimana cara meningkatkan kemampuan komunikasi Anda dengan cepat. Dengan harapan setelah Anda baca sampai selesai artikel ini Anda jadi tahu dan paham bagaimana meningkatkan kemampuan komunikasi, kemudian Anda dapat mempraktikkannya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi Anda sehingga kemampuan komunikasi yang Anda punya bisa mendukung kesuksesan karier, bisnis maupun kehidupan Anda.

7 Cara Meningkatkan Keterampilan Komunikasi 

1. Belajarlah Jadi Pendengar Yang Baik

Ini adalah tips pertama yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi Anda. Karena dalam proses komunikasi mendengar merupakan kunci untuk bisa memahami pesan yang disampaikan oleh lawan bicara dengan baik.

Mendengar bukan hanya tentang mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang lain, tetapi juga tentang bagaimana Anda merespons dan mengolah informasi yang Anda terima.

Bagaimana menjadi pendengar yang baik?

Sangat mudah.

Pada saat Anda berbicara dengan seseorang, baik itu teman, rekan kerja atau siapapun buanglah segala distraksi yang ada dan berikanlah perhatian penuh pada lawan bicara Anda.

Pada saat mendengarkan gunakan bahasa tubuh untuk menunjukkan bahwa Anda sedang mendengarkan dengan baik. Contohnya dengan mengangguk dan tetap menjaga kontak mata ke lawan bicara.

Jika ada hal yang tidak Anda mengerti atau butuh klarifikasi, jangan ragu untuk bertanya. Gunakan pertanyaan terbuka yang memungkinkan lawan bicara Anda untuk memberikan jawaban yang mendalam.

Dengan menjadi pendengar yang baik dalam setiap interaksi komunikatif Anda, Anda akan memperkuat keterampilan komunikasi Anda secara keseluruhan dan membuka jalan menuju hubungan yang lebih bermakna dan produktif dengan lawan bicara.

2. Belajarlah Memperbaiki Cara Berbicara

Dalam kegiatan apapun, saat Anda harus berbicara menyampaikan sesuatu maka berbicaralah dengan baik. Gunakan bahasa yang bisa dimengerti dan dipahami oleh lawan bicara, hindari filler word agar setiap kata yang Anda sampaikan diterima dengan baik tanpa gangguan.

Filler word itu adalah mengucapkan kata kata yang tidak arti, seperti eh atau ya. Kalau sesekali sih nggak masalah tapi kalau terlalu sering akan sangat menggangu, apalagi dalam pembicaraan formal seperti saat presentasi atau rapat.

Dan pastikan juga kalau berbicara jangan berbicara terlalu cepat, karena lawan bicara akan susah menangkap dengan cepat maksud dari pesan Anda.

Kemudian itu yang tidak kalah penting saat berbicara pastikan ada jeda, dan pastikan juga suara Anda bisa didengarkan. Jadi kalau bicara pastikan kasih power pada nada suara Anda sehingga audiens bisa mendengarkan jelas apa yang Anda sampaikan.

3. Perhatikan Bahasa Tubuh

Bahasa tubuh juga merupakan  komponen penting dalam proses komunikasi.

Cara Anda memposisikan tubuh Anda, ekspresi wajah, gerakan tangan, dan kontak mata dapat memberikan informasi tambahan yang kuat selain kata-kata yang Anda ucapkan.

Memperhatikan bahasa tubuh akan sangat membantu meningkatkan keterampilan komunikasi Anda secara keseluruhan.

Kenapa sih bahasa tubuh penting?

Karena bahasa tubuh dapat menjadi penanda emosi.

Ekspresi wajah, gerakan tangan, dan postur tubuh yang Anda tampilkan dapat mengungkapkan perasaan Anda dengan lebih jelas daripada kata-kata yang Anda ucapkan.

Kemudian cara Anda memposisikan diri dan menggerakkan tubuh akan mempengaruhi bagaimana orang lain mempersepsikan diri Anda. Seperti postur tubuh yang tegak dan kontak mata yang kuat dapat menunjukkan keyakinan dan rasa percaya diri, yang itu semua akan dilihat oleh lawan bicara Anda.

Kadang-kadang, bahasa tubuh juga dapat memperjelas atau menguatkan pesan verbal Anda. Misalnya seperti mengangguk dapat menunjukkan persetujuan atau pemahaman, sementara menggelengkan kepala dapat menunjukkan ketidaksetujuan atau ketidakpahaman.

Bagaimana praktik bahasa tubuh yang baik saat berkomunikasi dengan orang lain?

Cobalah untuk memperhatikan ekspresi wajah saat Anda berbicara atau mendengarkan lawan bicara. Saat berbicara pastikan ekspresi wajah sesuai dengan pesan yang Anda ingin sampaikan. Saat mendengarkan pastikan Anda mendengarkan dengan seksama, jagalah kontak mata selama Anda mendengarkan.

Saat Anda duduk atau berdiri, duduk dan berdirilah tegak dengan bahu yang rileks, hindari menyilangkan tangan secara defensif, dan coba pertahankan postur tubuh yang terbuka dan ramah.

Untuk menambah keberagaman dan kekayaan komunikasi Anda, gunakanlah gerakan tangan yang senada dengan pesan, tetapi jangan biarkan gerakan tersebut menjadi terlalu mengganggu atau mengalihkan perhatian dari pesan Anda.

Dan yang tak kalah penting selain Anda memperhatikan bahasa tubuh Anda sendiri, penting juga untuk memperhatikan bahasa tubuh lawan bicara Anda. Ini dapat memberikan petunjuk tambahan tentang bagaimana mereka menerima pesan Anda.

Dengan meningkatkan kesadaran Anda terhadap bahasa tubuh Anda dan bagaimana itu mempengaruhi komunikasi Anda, Anda dapat menjadi komunikator yang lebih efektif dan mengirimkan pesan Anda dengan lebih jelas dan persuasif.

Praktik secara konsisten untuk menggunakan bahasa tubuh yang mendukung pesan Anda dan menerima umpan balik dari orang lain untuk terus meningkatkan keterampilan komunikasi Anda secara keseluruhan.

4. Hindari melakukan interupsi

Maksud dari menghindari interupsi di sini adalah hindari memotong pembicaraan orang lain sebelum mereka selesai berbicara.

Kenapa harus dihindari?

Karena dapat mengganggu alur komunikasi dan mengirimkan sinyal bahwa pendengar tidak menghargai pendapat atau pandangan pembicara.

Oleh karena itu, dalam kondisi apapun usahakan untuk tidak melakukan interupsi saat berkomunikasi dengan orang lain. Kalau pun harus memotong pembicaraan, pastikan situasi memang mengharuskan, sampaikan permohon maaf dulu sebelum memotong dan jangan lakukan terlalu sering. Hanya boleh sesekali, itupun jika memang situasi mengharuskan Anda untuk memotong pembicaraan. Misalnya lawan bicara pembicaraan sudah melebar, atau ada informasi yang Anda kurang memahaminya.

Bagaimana agar kita terhindar dari melakukan interupsi saat berkomunikasi?

Jawabannya adalah bersabar.

Ketika Anda memiliki dorongan untuk menginterupsi, cobalah untuk menahan diri dan memberikan waktu kepada pembicara untuk menyelesaikan pemikirannya.

Kemudian berlatihlah untuk bertahan dan sabar dalam menunggu giliran Anda untuk berbicara.

5. Jangan Berasumsi

Asumsi adalah membuat  kesimpulan atau prediksi tanpa memiliki informasi atau pemahaman yang cukup.

Dalam konteks komunikasi asumsi ini sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan kesalahpahaman dan konflik dalam komunikasi personal maupun sosial.

Menurut Deborah Tannen, seorang profesor linguistik di Universitas Georgetown “Asumsi adalah musuh terbesar dalam komunikasi.

Contoh konkret dari bahaya membuat asumsi dapat dilihat dalam situasi sehari-hari.

Misalnya, saat kita bertemu dengan seseorang yang terlihat pendiam dan introvert.

Tanpa kita berbicara dengannya lebih lanjut, kitalangsung membuat asumsi bahwa dia tidak ramah atau sombong. Padahal kalau kita mau menggali, mau ngobrol, bisa jadi dia seperti itu karena mungkin dia pemalu atau memang suka tidak nyaman dalam situasi sosial baru.

Contoh lain, misalnya saat ada seseorang memberi kita kritik keras, tanpa bertanya alasan kenapa dia melakukan itu kita sering kali langsung mengasumsikan bahwa dia bermaksud untuk menyakiti perasaan kita, tidak suka dengan kita, padahal kalau kita mau cari tahu mungkin dia melakukan itu hanya ingin membantu kita berkembang.

Berarti sama sekali nggak boleh berasumsi ya mas?

Membuat asumsi adalah hal yang manusiawi, siapa saja bisa melakukannya, tetapi sangat penting untuk menyadari bahwa asumsi tidak selalu benar dan dapat mengarah pada kesalahpahaman dan konflik. Oleh karena itu, penting untuk selalu mencoba memeriksa fakta, berkomunikasi secara terbuka, dan bersedia mendengarkan perspektif orang lain sebelum membuat kesimpulan.

6. Perluas Lingkaran Sosial

Memperluas lingkaran sosial juga merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.

Kenapa demikian?

Karena dengan memiliki lingkaran sosial yang lebih luas, kita dapat berinteraksi dengan berbagai macam orang. Hal itu akan membantu meningkatkan keterampilan komunikasi kita.

Di situlah kita bisa belajar bagaimana beradaptasi, bagaimana mengembangkan empati, dan juga belajar bagaimana cara berbicara dengan orang-orang dengan gaya komunikasi dan latar belakang yang berbeda.

Lantas bagaimana caranya memperluas lingkaran sosial?

Ada beberapa cara, diantaranya:

Ikuti Kegiatan Sosial

Bergabunglah dengan klub atau komunitas yang menarik bagi Anda, apakah itu group pecinta buku, group pecinta lingkungan, grup olahraga, pecinta alam atau kelompok sukarelawan. Ini adalah cara yang bagus untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat dan hobi yang sama dengan Anda.

Hadir di Acara-acara Publik

Hadiri acara-acara lokal, seminar, atau konferensi untuk memperluas jaringan sosial Anda. Cobalah untuk berbicara dengan orang-orang baru dan terbuka terhadap peluang untuk membangun hubungan baru.

Manfaatkan Media Sosial

Media sosial dapat menjadi alat yang berguna untuk memperluas jaringan sosial Anda.

Bergabunglah dengan grup atau komunitas online yang relevan dengan minat atau profesi Anda, dan aktiflah dalam berpartisipasi dalam percakapan.

Mencari Kesempatan untuk Berkumpul

Ajak teman-teman baru atau kenalan baru Anda untuk ngopi atau nongkrong bareng. Ini adalah cara yang baik untuk memperdalam hubungan dan memperluas lingkaran sosial Anda secara bertahap.

Dengan aktif memperluas lingkaran sosial Anda, Anda dapat membuka pintu untuk berbagai peluang dan pengalaman baru. Selain itu, Anda akan memperoleh manfaat tambahan dalam bentuk keterampilan komunikasi yang lebih baik, wawasan yang lebih dalam, dan dukungan sosial yang kuat.

7. Minta Umpan Balik

Meminta umpan balik berari proses meminta saran, masukan atau tanggapan orang dari orang lain tentang cara kita berkomunikasi.

Ini merupakan langkah penting dalam upaya mengembangkan kemampuan komunikasi ke arah yang lebih baik, karena dari umpan balki yang kita terima kita akan mendapatkan wawasan yang berharga untuk menghilangkan hal-hal yang tidak perlu dan meningkatkan hal-hal yang bisa ditingkatkan.

Disamping itu meminta umpan balik juga akan memperkuat hubungan interpersonal Anda dengan orang lain. Dan sebagai bentuuk bahwa Anda menghargai orang dan bersedia belajar dari pengalaman mereka.

Lantas bagaimana cara melakukannya:

Tunjukkan kepada orang lain bahwa Anda terbuka terhadap umpan balik yang mereka berikan, hal ini bisa Anda lakukan dengan mau menerima kritik, masukan dan saran dengan sikap yang positif.

Selanjutnya pada saat Anda meminta umpan balik, jelaskan kepada apa yang menjadi tujuan Anda. Apakah Anda ingin meningkatkan kinerja Anda, memperbaiki hubungan, atau belajar dari pengalaman mereka?

Dan yang tak kalah penting dengarkan dengan seksama apapun umpan balik yang diberikan, hindari membela diri dan membenarkan diri sendiri, serta berterima kasihlah  atas umpan balik yang mereka berikan.

Jika dengan teratur Anda meminta umpan balik dari orang lain, Anda akan dapat mengembangkan diri Anda secara lebih baik, meningkatkan kemampuan komunikasi Anda, dan memperkuat hubungan interpersonal Anda. Ini adalah langkah penting dalam perjalanan pengembangan diri dan pencapaian potensi penuh Anda.

Kesimpulan

Kemampuan komunikasi adalah kunci sukses dalam karier dan kehidupan.

Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi minimal ada tujuh hal bisa Anda lakukan, diantaranya:

Jadilah pendengar yang baik dengan memberikan perhatian penuh pada lawan bicara dan menggunakan bahasa tubuh yang mendukung.

Perbaiki cara Amda berbicara dengan menggunakan bahasa yang jelas, menghindari filler word, dan memperlambat kecepatan berbicara.

Kemudian perhatikan bahasa tubuh, baik tubuh sendiri maupun lawan bicara, karena dapat memberikan informasi tambahan dan memperjelas pesan.

Lalu hindari melakukan interupsi agar komunikasi berjalan lancar dan menunjukkan penghargaan terhadap pendapat lawan bicara.

Selanjutnya hindari membuat asumsi yang dapat mengarah pada kesalahpahaman dan konflik, serta selalu mencoba memeriksa fakta sebelum membuat kesimpulan.

Setelah itu perluas lingkaran sosial untuk berinteraksi dengan berbagai orang dan memperkaya pengalaman komunikasi.

Yang terakhir minta umpan balik secara teratur dari orang lain untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dalam kemampuan komunikasi.

Dengan menerapkan tujuh cara ini, kita akan dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan komunikasi kita, yang pada gilirannya akan mendukung kesuksesan kita dalam karier, bisnis, dan kehidupan secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *